Sosiologi Sebagai Pendekatan Kajian Islam
Pengertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu socius yang berarti kawan, teman sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Sosiologi mempelajari masyarakat meliputi gejala-gejala sosial, struktur sosial, perubahan sosial dan jaringan hubungan atau interaksi manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Paradigma sosiologi lahir dari teori-teori sosiolog dari masa klasik hingga era modern ini. Menurut Thomas Khun mengatakan bahwa paradigma sosiologi berkembang secara revolusi bukan secara kumulatif seperti pendapat sosiolog sebelumnya. Khun menyekemakan munculnya paradigma sebagai berikut: Paradigma I → Normal Science → Anomalies → Crisis → Revolus I→ Paradigma II.
Struktur Paradigma Sosiologi
1. Paradigma sosial
2. Paradigma devinisi sosial
3. Paradigma perilaku sosial
Pengertian Sosisologi Menurut Para Ahli
• Pitirim Sorokin: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
• Roucek dan Warren: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
• William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf: Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
• J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers: Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
• Max Weber: Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakantindakan sosial.
• Allan Jhonson: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
Pengertian Masyarakat Madani
Secara terminologi “masyarakat madani” sebenarnya merupakan istilah yang baru muncul yaitu dari hasil pemikiran Muhammad al-Naguib al-Attas dalam studinya akhir-akhir ini. Kata madani berasal dari kata Madinah, yaitu sebuah kota tempat hijrah Nabi Muhammad SAW. Madinah berasal dari kata “madaniyah” yang berarti peradaban, oleh karena itu masyarakat madani berarti masyarakat yang beradab. Masyarakat madani adalah sebuah tatanan masyarakat sipil (civil society) yang mandiri dan demokratis, masyarakat madani lahir dari proses penyemaian demokrasi, hubungan keduanya ibarat ikan dengan air, bab ini membahas tentang masyarakat madani yang umumnya dikenal dengan istilah masyarakat sipil (civil society), pengertiannya, ciri-cirinya, sejaraha pemikiran, karakter dan wacana masyarakat sipil di Barat dan di Indonesia serta unsur-unsur di dalamnya.
Menurut Para Ahli
Max Weber :
“Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam sesuatu wilayah.”Negara mempunyai watak “memaksakan kehendak.” Ini merupakan keadaan obyektif yang tidak terhindarkan. Dengan demikian menurut Weber, negara sebagai satu-satunya lembaga yang secara sah dapat menggunakan kekerasan dalam rangka menegakkan ‘ketertiban’ menurut rasionalitasnya.
Karakteristik Masyarakat Madani
● Demokratis
● Toleran
● Pluralisme dan Multikulturalisme
Hubungan Masyarakat Madani
Hubungan ideal antara negara dengan masyarakat madani adalah interdependensi yang konstruktif.oNegara tidak bisa bergerak sendiri dalam mewujudkan tujuan-tujuan publik seperti kesejahteraan, keadilan, hak asasi manusia lingkungan hidup, dan kebebasan politik
• Kehadiran mayarakat madani diperlukan sebagai kekuatan independen yang juga peduli dengan tujuan-tujuan itu.
• Masyarakat madani yang aktif merupakan modal tumbuhnya kultur demokrasi di Indonesia.
• Masyarakat madani hanya dapat menjalankan fungsinya dengan baik bila negara menjamin penegakan hukum dan perlindungan terhadap warga negara.
• Kekuatan civil society yang mandiri dapat bekerja lintas kelas dan mampu menjadi ‘pengerem’ tendensi intervensionis yang dilakukan negara (Cohen dalam Hikam, 1996).
Komentar
Posting Komentar