Fenomenologi Sebagai Pendekatan Studi Keislaman

 Fenomenologi Sebagai Pendekatan Studi Keislaman

A. Metode Burhany Sebagai Sebuah Pendekatan

Secara terminologi, dalam istilah logika, burhani adalah aktifitas-aktifitas penalaran yang bisamenetapkan kebenaran suatu preposisi dengan cara deduktif, yaitu mengaitkannya dengan preposisi-preposisi aksiomatis lainnya atau sudah dibuktikan kebenarannya. Ini dalam definisi sempit, sedangkan dalam definisi luas burhani adalah semua aktifitas penalaran yang bisa menetapkan kebenaran suatu preposisi.

Maka burhani menggunakan kekuatan pengetahuan alamiah manusia berupa indra, eksperimen, dan hukum akal murni untuk mendapatkan pengetahuan secara universal atau partikular untuk Mengkonstruk konsepsi tentang alam.

B. Fenomenologi Sebagai Pendekatan Rasional

• Pengertian Fenomenologi

Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, Phainoai, yang berarti ‘menampak’ dan phainomenon merujuk pada ‘yang menampak’. Istilah ini diperkenalkan oleh Johann Heirinckh. Istilah fenomenologi apabila dilihat lebih lanjut berasal dari dua kata yakni; phenomenon yang berarti realitas yang tampak, dan logos yang berarti ilmu. Maka fenomenologi dapat diartikan sebagai ilmu yang berorientasi untuk mendapatan penjelasan dari realitas yang tampak. Fenomenologi ialah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesadaran, atau dengan cara memahami suatu objek atau peristiwa dengan mengalaminya secara sadar.

• Penomenologi Sebuah Pemaknaan Rasional

Pemaknaan rasional merupakan suatu gagasan yang lahir atau didapatkan dengan mempelajari kecakapan berpikir dengan mengandalkan logika, yakni mengarah pada jalan pemikiran yang lurus atau masuk akal, tepat, dan teratur.

Rasionalisme bukan sekedar berpikir yang bertolak dari rasio, tapi sebagai aliran yang membangun ilmu dengan mengandalkan pemahaman intelektual melalui argumentasi secara logik bukan hanya pengalaman empiric.

• Fungsi Pemaknaan Rasional

1. Membantu setiap orang berpikir kritis, lurus, tetap, tertib, metodis, dan koheren.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.

3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.

4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis

5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan, serta kesesatan.

6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.

Integralitas lain fenomenologi dengan metode Burhany yang berasal dari Yunani yaitu metode Burhani yang dikembangkan oleh Aristoteles. Metode Burhani atau metode analisis tersebut merupakan segala Integralitas lain fenomenologi dengan metaktivitas berpikir untuk suatu pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah. Sistem pengetahuan burhani yang dapat kita ketahui dibagi menjadi dua hal pokok yaitu makna dan kata serta silogisme demotratif. Yang mana dari suatu kata dapat menimbulkan makna yang berbeda-beda kemudian muncul konsep berpikir yang benar dan diterima oleh akal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Pendekatan Mistis dan Sufistik dalam Pendekatan Studi Islam