Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Jihad dalam Islam

A. Pengertian Jihad Secara bahasa (etimologi) Jihad berasal dari bahasa Arab, yang merupakan masdar dari kata jahada – yujahidu – jihadan asal kata dari yajhadu – jahdan-juhdan yang berarti tenaga, usaha, dan berjuang. menurut istilah (terminologi), Jihad berarti bersungguh-sungguh mencurahkan segenap pikiran, kekuatan, dan kemampuan untuk mencapai tujuan. Jihad juga dapat diartikan sebagai melawan kecenderungan jahat dalam diri sendiri, ataupun memperjuangkan kebaikan, memahami dan mengamalkan pesan dalam Al-Quran, dan lain sebagainya adalah termasuk Jihad. B. Pandangan Jihad Dalam Al-Qur’an Jihad yang dilakukan Oleh Nabi dan para sahabatnya saat di Madinah dilakukan dalam rangka untuk membela diri atau khususnya pemeluk Islam dari agresi dan kekerasan yang dilakukan kaum kafir Quraisy di Makah pada saat itu, sehingga dirasa sangat perlu untuk menyudahi penyiksaan terhadap kaum muslimin tersebut. Dalam banyak ayat, di dalam Al-Quran sendiri menerangkan bahwa perang bukanlah ...

Tafsir Tematik: Pendidikan, Pembangunan Karakter, dan Pengembangan SDM

 Tafsir tematik disebut juga tafsir al-maudhu’i. Menurut bahasa, al-maudhu’i berasal dari kata al-wudh’u yang dibentuk dari wadha’a-yadhi’u-wadhi’un-maudhu-un yang artinya menjadikan, meletakkan, atau menetapkan sesuatu pada tempatnya. Sementara itu menurut istilah, tafsir al-maudhu’i ialah tafsir dengan topik yang memiliki hubungan antara ayat yang satu dan ayat yang lain mengenai tauhid, Kehidupan sosial, atau ilmu pengetahuan. Keistimewaan tafsir metode tematik adalah menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadis Nabi merupakan cara terbaik dalam menafsirkan Al-Qur'an, sementara itu kesimpulan yang diambil mudah dipahami tanpa mengemukakan berbagai pembahasan terperinci dalam satu disiplin ilmu. Tafsir tematik dapat diaplikasikan pada beberapa hal, contohnya adalah pendidikan, pembangunan karakter dan pengembangan Sumber Daya Alam.   A.    Pendidikan 1.       Pendidikan dalam perspektif islam Dalam pandangan Al Qur’an, sebuah...

Fakta Ilmiah Al-Qur'an

  1. Fakta Ilmiah Fakta ilmiah adalah deskripsi akurat tentang apa yang teramati, atau pernyataan objektif yang dapat dikonfirmasikan kebenarannya tentang sesuatu yang benar-benar ada atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Pada abad ke tujuh saat Al-Qur`an di turunkan, bangsa Arab memiliki beberapa kepercayaan tahayul dan tanpa didasari bukti terhadap hal-hal yang berbau ilmiah. Ketiadaan teknologi untuk meneliti tentang alam semesta, menyebabkan bangsa Arab kala itu mempercayai legenda-legenda dari nenek moyang mereka. Misalnya mereka percaya bahwa Bumi menopang langit yang berada diatasnya. Mereka yakin bahwa Bumi ini rata dan terdapat gunung-gunung tinggi yang berada di kedua tepinya. Waktu itu diyakini bahwa gunung-gunung tersebut merupakan tiang penyangga yang membuat kubah langit tetap berada diatas sana. Namun demikian, semua kepercayaan tahayul bangsa Arab ini kemudian dihapuskan oleh Al-Qur`an. Surat Ar-Ra`ad [13] ayat 2 misalnya yang menyebutkan bahwa: “Allah-lah ...

Peran al-Qur’an dalam Pengembangan Keilmuan

  u   Ilmu Agama (diniyah) Adalah ilmu seputar dasar-dasar keimanan, Rukun Iman, Rukun Islam, tata-cara ibadah, hukum halal-haram, akhlak, ilmu Al Qur’an, ilmu Hadits, serta kaidah-kaidah ilmiah Cabang-cabang Ilmu Diniyah - Rukun Iman : 1. Iman kepada Allah 2. Iman kepada Malaikat 3. Iman kepada kitab-kitab Allah 4. Iman kepada Rasul 5. Iman kepada hari akhir (Kiamat) 6. Iman kepada Qada dan Qadar (Takdir) - Rukun Islam : 1. Mengucapkan kalimat syahadat 2. Sholat 3. Puasa 4. Zakat 5. Haji (bagi yang mampu) - Hukum Halal dan Haram : Halal  berarti membebaskan, melepaskan, memecahkan dan membolehkan. Haram  ialah sesuatu yang “dilarang”. Contoh hadis tentang ilmu                 Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam , bersabda. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ ...