Psikologi Sebagai Pendekatan Kajian KeIslaman

 Pengertian Psikologi

Menurut etimologi, psikologi berasal dari bahasa Yunani yakni psyche (psukhe) yang memiliki makna “berdarah panas” yang memiliki arti “Hidup, jiwa, hantu.” dan logos yang memiliki arti “Ilmu.” Jadi, secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. 

Psikologi merupakan sebuah disiplin ilmu dan terapan yang mempelajari mental dan perilaku secara ilmiah. Pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya


Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

1. john Locke

Psikologi yaitui lmu yang mempelajari tentang pengetahuan, perasaan, tanggapan, dan jiwa manusia. Didapatkan karena sebuah pengalaman yang dirasakan oleh alat indra manusia.

2. Muhibbin Syah (2001)

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu

maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.

3. Kurt Koffka (1925)

Psikologi yaitu ilmu yang mempelajari mengenai perilaku makhluk hidup dalam hubungan mereka dengan dunia luar. Jadi, bukan hanya belajar tentang manusia itu sendiri, melainkan juga interaksi manusia itu dengan dunia lain.

4. Dakir (1993)

Psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.

5. Wilhem Wundt (1829)

Psikologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengalaman- pengalaman yang muncul pada manusia. seperti perasaan panca indera, feeling, kehendak, pikiran, dll.

Teori Psikologi Islam dan Barat

Psikologi islam adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan perilaku manusia dan bagaimana cara penaggulangannya berdasarkan sumber yang tidak mengakui banyak Tuhan dan berpedoman pada ayat-ayat Ilahi (Al-Qur’an) serta hadits Rasulullah saw. ditambah dengan pendapat-pendapat ulama. Menurut Abdul Mujib (2005), sedikitnya ada empat interpretasi atau pemahaman tentang psikologi Islam :

a. Pertama, ada yang mengatakan psikologi Islam dengan psikologi agama.

b. Kedua, psikologi dipandang sebagai bidang studi atau mata kuliah.

c. Ketiga, psikologi islam dipandang sebagai cara pandang, pola berfikir atau system pendekatan dalam mempelajari dan mengkaji bidang psikologi.

d. Keempat, psikologi Islam dipandang sebagai lembaga.

Objek dari psikologi islam adalah manusia. Jadi psikologi islam adalah ilmu tentang manusia, khususnya tentang kepribadian manusia yang meliputi aspek teori, filsafat, metodologi dan penedekatan masalah yang berdasarkan kepada sumber formal islam (al-Quran dan as-Summah), akal, panca indra dan intuisi.

Psikologi agama itu berbicara pada perilaku orang beragama, seperti perilaku fundamentalis dan moderat pada agama dan kaitannya dengan perilaku sehari. Sementara psikologi Islam itu satu madzhab tersendiri. Madzhab di mana apabila dalam psikologi terdapat madzhab psikoanalisis yang menitikberatkan kajiannya pada analisis kesadaran manusia, psikobehavioristik menitikberatkan pada perilaku yang nampak dan psikohumanistik menfokuskan kajiannya pada potensi manusia, tanpa melibatkan konsep tuhan dalam kehidupan manusia.

Para ahli psikologi Barat telah sepakat mendefinisikan ilmu Psikologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Mereka mengambil istilah perilaku sedangkan orang awam menganggap bahwa ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan jiwa. Hal tersebut dikarenakan ilmu pengetahuan sangat bergantung pada empirisme, maka jiwa yang kasat mata tentu mustahil untuk dipelajari. Oleh sebab itu, perilaku yang dianggap sebagai manifestasi jiwa dapat dijadikan alternatif untuk mempelajari kondisi kejiwaan manusia. Alhasil, ilmu psikologi berkembang pesat setelah melepaskan diri dari filsafat ketika Wilhelm Wundt membangun sebuah laboratorium di Leipzig.

Terdapat perbedaan mendasar antara psikologi barat dan Psikologi Islam.

Perbedaan tersebut, dapat dilihat dari beberapa konsep dasar psikologi barat, yaitu:

1. Psikologi Fisiologi

2. Psikoanalisa

3. Behaviorisme

4. Psikologi Humanistik

Pendekatan Psikologi Dalam Studi Islam

Psikologi Islami memandang bahwa manusia selalu dalam proses berhubungan dengan alam, manusia, dan Tuhan. Hubungan manusia dengan alam sangat diperlukan untuk menghargai dan menghormati terhadap ciptaannya sehingga manusia mampu menjaga lingkungan yang baik. Sedangkan hubungan manusia dengan sesamanya yaitu menjaga dan melindungi harga dan martabat sebagai manusia, karena manusia diciptakan sama, maka sikap dan tindakan jangan sampai mengakibatkan perpecahan dan permusuhan. Sementara manusia dengan Tuhan tiada lain untuk menciptakan hubungan Penghambaan yang baik, karena manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan penuh kasih sayang.

Islam berpendapat bahwa hidup manusia di dunia ini tidak bisa terlepas dari hidup manusia di akhirat. Bahwa lebih dari itu, corak hidup manusia di dunia ini menentukan corak hidupnya di akhirat kelak.

Prinsip-prinsip ajaran tersebut harus dilakukan oleh umat Islam untuk mengembangkan kesadaran spritual untuk meningkatkan kualitas dan potensi hidup secara Islami. Semangat konsep psikologis humanistik mengisi dan mengembangkan bahkan mengkritik konsep-konsep barat yang cenderung

mengedepankan konsep pemisahan agama dengan ilmu pengetahuan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Fenomenologi Sebagai Pendekatan Studi Keislaman

Pendekatan Mistis dan Sufistik dalam Pendekatan Studi Islam