Tauhid Sebagai Dasar Tujuan Kehidupan

Tauhid sebagai Dasar Tujuan Kehidupan

 

 A. Hakikat Tauhid

Tauhid dari segi bahasa adalah bahasa arab, yaitu bentuk masdar (sifat atau keadaaan) dari kata yuhid/ wahid yang artinya “menyatukan” atau “meng-esa kan”. Sebagai bentuk masdar (sifat dan keadaan), kata “ Tauhid” artinya adalah “penyatuan” atau “pengesaan”. Menurut istilah dari segi istilah islam, perkataan Tauhid adalah berarti esa atau satu, yang merupakan asma Allah yang menunjukkan sifat ke-Maha Esaan dan ke-Maha Tunggalannya.

Faedah Ilmu Tauhid

- Tidak kekal ke dalam neraka

- Tidak akan sesat

- Menjadi taat kepada perintah Allah SWT

- Terpelihara iman.

- Mendapat ketenangan hati

- Faedah setelah mati

 

B. Urgensi Tauhid

- Tauhid adalah tujuan diciptakannya jin dan manusia

- Tauhid merupakan inti dakwah para rasul

- Tauhid merupakan hal yang pertama diperintahkan oleh Allah kepada hambaNya sebelum kewajiaban yang lainnya.

- Tauhid adalah hak Allah atas hambaNya

- Tauhid merupakan tugas seorang muslim sepanjang hidupnya.

 

 

C. Pengaruh Tauhid dalam Kehidupan Umat

Islam dan Manfaatnya

- Terhindari dari Perbuatan Syirik

Perbuatan menyekutukanAllah dengan selain-Nya disebut dengan syirik. Syirik merupakan dosa besar yanga sangat dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

 

- Pedoman Hidup Bahagia Dunia Akhirat

Jadikanlah ridha Allah sebagai pedoman hidup maka tidak ada penghalang untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, aamiin insya Allah.

- Memperoleh Ketenangan Hati

Hidup dalam keadaan tidak tenang tentulah bukan dambaan setiap orang. Berbagai masalah yang datang kian menghadang jika tidak disikapi dengan bijak dapat menurunkan semangat dan daya pikir. Namun, bila semuanya diselesaikan dengan sabar dan sholat sambil terus mencari petunjukAllah, insya Allah ketenangan hati akan diperoleh.

 

D. Hal-hal yang Bertentangan dengan Tauhid

Tidak meyakini bahwa para nabi dan imam itu memang sedemikian dekat dengan Allah, sehingga mereka dianugerahi kekuatan dan kualitas supranatural.

 Apakah kalau orang ber-wasîlah kepada imam dan wali, ziarah ke makam mereka dan memohon kepada mereka, dari sudut pandang tauhid, memiliki pengertian yang benar mengenai apa yang dilakukannya atau tidak. Mereka harus diingatkan tentang pandangan tauhid ini. Namun demikian, tak ada alasan untuk menyebut musyrik terhadap ziarah ke makam.

Musyrik kalau memuliakan dan memuji makhluk sedemikian seakan makhluk tersebut benar-benar sempurna dan eksis sendiri. Hanya Allah sajalah yang benar-benar sempurna

 

E. Tauhid sebagai Dasar Ideologi

Asas Berbangsa

Jika ditelaah secara cermat dan jujur, berdasarkan proses penyusunan Pancasila itu sendiri sebenarnya lebih masuk akal jika pemahaman Ketuhanan Yang Maha Esa lebih merujuk kepada konsep ketuhanan dalam Islam, yaitu konsep tauhid. Sebab, rumusan «Ketuhanan Yang Maha Esa» itu memang datang dari para tokoh Islam, seperti KH Wachid Hasyim, Kasman Singodimedjo, Ki Bagus Hadikusumo, dan sebagainya. Rumusan itu juga muncul sebagai kompensasi dari dihapuskannya tujuh kata dalam sidang penetapan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.

 

 Aplikasi tauhid

Seorang yang bertauhid akan mengikrarkan dan meyakini bahwa satu-satunya Tuhan yang berhak untuk disembah dan ditaati adalah Allah, bukanTuhan yang lain. Allah adalah nama Tuhan yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga. Tauhid artinya tauhidullah, yakni pengenalan dan pengakuan akan Allah Yang Maha Kuasa sebagai satu-satunya Tuhan. Orang yang menjadikan tuhan-tuhan selain Allah, disebut orang musyrik. Dan syirik adalah tindakan zalim yang sangat besar. Sedangkan iman adalah membenarkan kepada seluruh ajaran yang beliau sampaikan. Tidak boleh ada pemaksaan terhadap orang lain untuk bertauhid, sebab telah jelas mana yang salah dan mana yang benar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Fenomenologi Sebagai Pendekatan Studi Keislaman

Pendekatan Mistis dan Sufistik dalam Pendekatan Studi Islam