Manusia dan Agama

 Bisakah manusia hidup tanpa agama?

Jika agama hanya dijadikan sebuah status/identitas, maka manusia dapat hidup tanpa agama. namun  jika agama diartikan sebuah fitrah bertuhan bisa dikatakan manusia tidak bisa hidup tanpa agama.


A. Manusia dalam Al-Qur'an

Manusia memiliki tiga tingkatan, yaitu:

a. Basyar

- Basyar dari kata yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan baik dan indah.

- Menunjuk kepada proses kejadian manusia dengan tahapan-tahapannya sehingga mencapai tahap kedewasaan.

- Tingkatan manusia paling rendah.

b. Insan

- Insan terambil dari kata uns yang berarti jinak, harmonis, dan tampak.

- Menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga, yang membedakan satu orang dengan yang lainnya akibat perbedaan fisik, mental, dan kecerdasan.

- Tingkatan manusia yang memiliki taqwa, iman, islam dan ihsan. (beriman)


B. Manusia Menurut Para Tokoh

a. Sokrates mendekati manusia sebagai individu, sementara Plato melihat manusia dari sudut kehidupan sosial dan politiknya.

b. Sastrapratedja: manusia adalah makhluk yang historis.

c. Comte: mengenal diri manusia adalah mengenal sejarah. Manusia tidak cukup apabila hanya dilihat dari sudut fisika, kimia, dan biologi saja.

d. Ernest Cassirer: manusia tidak dapat didefinisikan berdasarkan sifat metafisik dan fisiknya. Ciri utama manusia terletak pada karyanya.


C. Bahan Penciptaan Manusia

1. Unsur Materi (dijelaskan pada Q.S. As-Sajadah ayat 7-8) bahwa manusia diciptakan dari tanah, yang kemudian mereka berkembang biak melalui nutfah (air mani) yang dikeluarkan dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. 

2. Non Materi (dijelaskan pada Q.S. As-Sajadah ayat 9, Al- Isra ayat 175, Al - Qadr ayat 4 )  bahwa manusia diciptakan dari ruh. manusia spiritual membutuhkan nafkah.


D. Teori Tentang Agama

・Edward B. Taylor (1833-1917): Teori Animisme dan Evolusi Agama. Tiga tahap perkembangan evolusi agama dari animistik, politeistik ke monoteistik.

・J.G. Frazer (1854-1941): Teori Magis. Magis adalah tindakan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan melalui kekuatan gaib—luar biasa yang ada di alam.

・Emile Durkheim (1859): Teori Sentimen Kemasyarakatan. Agama muncul karena adanya getaran jiwa yang berupa rasa cinta terhadap masyarakatnya. Totem merupakan benda-benda keramat sebagai lambang suatu masyarakat.

・Andrew Lang (1844-1912): Teori 'Ur Monoteisme'. Keyakinan adanya dewa tertinggi yang dipandang sebagai Pencipta alam, penjaga ketertiban alam dan kesusilaan.


E. Agama dalam Terminologi Islam

Dalam bahasa Arab, agama disebut dengan Din:

    1. Kekalahan dan penyerahan diri pada pihak yang lebih berkuasa.

    2. Ketaatan, penghambaan bagi pihak yang lemah kepada pihak yang punya kuasa.

    3. Undang-undang hukum pidana, perdata, peraturan yang berlaku dan ditaati 

    4. Peradilan, perhitungan atau pertanggungjawaban, pembalasan, vonis, dan sebagainya.


F. Unsur Keagamaan

・Emosi Keagamaan

・Upacara Keagamaan seperti : acara keagamaan, sholat jum'at, dll

・Tempat dan Peralatan Peribadatan seperti : masjid dan menggunakan sesuatu yang menutup aurat untuk sholat

・Kelompok Penganut

・Sistem Keyakinan (Iman, Islam, Ihsan)


G. Fungsi Agama

- Agama menyajikan dukungan moral dan sarana emosional, pelipur lada, dan rekonsiliasi disaat manusia menghadapi ketidakpastian dan frustasi.

- Agama menyajikan sarana hubungan transendental melalui amal ibadat, yang menimbulkan rasa damai dan identitas baru yang menyegarkan.

- Agama memberikan standar nilai untuk mengkaji ulang nilai-nilai.

- Agama mengesahkan, memperkuat, memberi legitimasi, dan mensucikan nilai dan norma masyarakat.

- Agama memberikan status atau identitas baru dalam pertumbuhan dan siklus perkembangan individual melalui berbagai krisis rites

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Fenomenologi Sebagai Pendekatan Studi Keislaman

Pendekatan Mistis dan Sufistik dalam Pendekatan Studi Islam