Tafsir Tematik: Pendidikan, Pembangunan Karakter, dan Pengembangan SDM
Tafsir tematik disebut juga tafsir al-maudhu’i. Menurut bahasa, al-maudhu’i berasal dari kata al-wudh’u yang dibentuk dari wadha’a-yadhi’u-wadhi’un-maudhu-un yang artinya menjadikan, meletakkan, atau menetapkan sesuatu pada tempatnya. Sementara itu menurut istilah, tafsir al-maudhu’i ialah tafsir dengan topik yang memiliki hubungan antara ayat yang satu dan ayat yang lain mengenai tauhid, Kehidupan sosial, atau ilmu pengetahuan. Keistimewaan tafsir metode tematik adalah menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadis Nabi merupakan cara terbaik dalam menafsirkan Al-Qur'an, sementara itu kesimpulan yang diambil mudah dipahami tanpa mengemukakan berbagai pembahasan terperinci dalam satu disiplin ilmu. Tafsir tematik dapat diaplikasikan pada beberapa hal, contohnya adalah pendidikan, pembangunan karakter dan pengembangan Sumber Daya Alam.
A. Pendidikan
1. Pendidikan dalam
perspektif islam
Dalam pandangan Al Qur’an, sebuah
transformasi baik ilmu maupun nilai secara substansial tidak dibedakan.
Penggunaan-penggunaan istilah yang mengacu pada pengertian “pendidikan dan
pengajaran” bukan merupakan dikotomik yang memisahkan kedua istilah tersebut,
melainkan sebuah nilai harus menjadi dasar bagi segala aktifitas proses
transformasi. Berdasarkan pada paradigma tersebut, maka jika ditelusuri secara
mendalam, dalam Al-Qur’an terdapat beberapa istilah yang mengacu pada
terminologi “pendidikan dan pengajaran”, diantaranya adalah tarbiyah, ta’lim,
ta’dib dan tazkiyah.
2. Tujuan Pendidikan
Tujuan berarti arah atau sasaran
yang ingin dicapai. tujuan pendidikan berarti sasaran yang ingin dicapai atau
diraih setelah melalui proses pendidikan. Artinya, pendidikan yang merupakan
suatu proses mempunyai target atau tujuan yang ingin dicapai, dimana tujuan
tersebut melekat atau dimiliki oleh seseorang setelah melalui proses pendidikan
B. Pembangunan Karakter
Karakter merupakan suatu nilai
perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri,
sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan, yang mewujud dalam pikiran, sikap,
perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum,
tatakrama, budaya, adat-istiadat dan estetika. Karakter dalam perspektif Islam
tidak lain adalah akhlak. Akhlak mulia merupakan buah yang dihasilkan dari proses
penerapan syariah (ibadah dan muamalah) yang dilandasi oleh fondasi aqidah yang
kokoh. Ibarat bangunan, karakter atau akhlak merupakan kesempurnaan dari
bangunan tersebut setelah fondasi dan bangunannya kuat.
C. Pengembangan SDM
Sumber daya manusia merupakan
kekuatan terbesar dalam pengolahan seluruh sumber daya yang ada di muka bumi.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi untuk mengelolanya
dan sumber daya yang ada di dalamnya demi kesejahteraan manusia sendiri,
makhluk dan seluruh alam semesta, karena pada dasarnya seluruh ciptaan Allah
yang ada di muka bumi ini sengaja diciptakan oleh Allah untuk kemaslahatan umat
manusia. Al-Qur’an sendiri memberi concern khusus terhadap masalah sumber daya
manusia, karena pada diri manusialah terdapat akal yang merupakan bagian dari
eksistensi terpenting manusia. Tanpa adanya akal, manusia tidak berbeda dengan
merupakan binatang. Dengan akal, manusia dapat berfikir yang dapat produksi
pengetahuan, sehingga menjadikan manusia tahu. Dari pengetahuan itulah bangunan
sains, teknologi dan sistem yang baik dapat memanaj sumber-sumber alam yang
dikaruniakan Allah.
Kesimpulan :
pendidikan yaitu sebuah kegiatan atau proses seseorang dalam
memperoleh ilmu hingga suatu saat ia memperoleh apa yang ia tuju dan ia
inginkan. Dalam pendidikan sangat diperlukan pendidikan karakter. Karakter
dalam perspektif Islam tidak lain adalah akhlak. Akhlak mulia merupakan buah
yang dihasilkan dari proses penerapan syariah (ibadah dan muamalah) yang
dilandasi oleh fondasi aqidah yang kokoh. Al-Qur’an berguna sebagai pusat
segala urusan salah satunya ilmu baik ilmu duniawi maupun surgawi.
Komentar
Posting Komentar