Peran al-Qur’an dalam Pengembangan Keilmuan
u Ilmu Agama (diniyah)
Adalah ilmu seputar dasar-dasar keimanan, Rukun Iman, Rukun
Islam, tata-cara ibadah, hukum halal-haram, akhlak, ilmu Al Qur’an, ilmu
Hadits, serta kaidah-kaidah ilmiah
Cabang-cabang Ilmu Diniyah
- Rukun Iman :
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada Rasul
5. Iman kepada hari akhir (Kiamat)
6. Iman kepada Qada dan Qadar (Takdir)
- Rukun Islam :
1. Mengucapkan kalimat syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji (bagi yang mampu)
- Hukum Halal dan Haram :
- Halal berarti
membebaskan, melepaskan, memecahkan dan membolehkan.
- Haram ialah
sesuatu yang “dilarang”.
Contoh hadis tentang ilmu
Menuntut
ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, bersabda.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya : “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR.
Ibnu Majah No. 224)
- Ilmu Fiqih : Ilmu yang memepelajari cara-cara ibadah
bagaimana cara shalat, wudlu, dsb, beserta rinciannya seperti apa yang menjadi
syarat dan rukun dan apa yang membatalkannya
Ilmu Mushtalahul Hadits : Ilmu yang mempelajari derajad hadits apakah shahih, hasan, dlaif, mutawatir dsb
- Ilmu Tajwid : Ilmu yang mempelajari tentang cara membaca Al-qur’an dengan benar, akan diperkenalkan bagaimana membaca nun mati bertemu huruf hijaiyah apakah itu Idzhar, bighunnah, Idghom bilaghunnah, Iqlab , Ikhfa, bagaimana membaca mim mati bertemu huruf hijaiyah, serta pengertian mad dan pembagiannya dan lebih dalam lagi mengenai sifat2 huruf
- Ilmu Aqidah : Ilmu yang mempelajari tentang keyakinan,
bagaimana seorang muslim beraqidah yang benar, Ada berapa rukun iman, ada
berapa jumlah Rasul dan malaikat yang wajib diketahui dsb
- Ilmu Tauhid : Ilmu yang mempelajari tentang keesaan
Allah, akan dipelajari sifat wajib bagi Allah berjumlah 20, sifat Mustahil
berjumlah 20, sifat jaiz bagi Allah ada 1, serta sifat wajib, mustahil dan jaiz
bagi Rasul
- Ilmu Faraidl :
Ilmu yang mempelajari tentang hukum waris, bagaimana pembagian hukum waris
- Ilmu Akhlaq : Ilmu yang mempelajari tentang cara perilaku
yang baik, membahas adab2 dan sopan santun serta budi pekerti yang baik,
bagaimana adab makan, berjalan, duduk, bagaimana adab kepada Allah, Rasul,
orang tua , saudara , tetangga dan teman2 yang lain
- Ilmu Alat : Ilmu
yang mempelajari kaidah2 bahasa Arab , cabang Ilmu Alat ada : nahwu , sorof,
Balaghah, Mantiq , dengan mempelajari Ilmu Alat kita bisa membaca kitab gundul
tanpa harakat, dengan Ilmu Alat pula kita bisa memahami dan merinci sebuah
kalimat.
u Ilmu lughawiyah
Ilmu kebahasaan ( lughawiyah )
Secara etimologi
berarti memahami bahasa, mengertinya, dan mengetahui hakekat/seluk beluknya
Secara terminologi adalah ilmu yang mendalami kajian-kajian
bahasa, dari segi fonnya, kosa katanya, strukturnya, karakteristik fonnya,
morfologinya, sintaksisnya, semantiknya dan perubahan-perubahan lain, dan
sesuatu yang timbul dari lahja, problem-problem yang muncul disekitar bahasa
dan lain sebagainya
u Macam-macam Kaidah Lughawiyah
‘AM
Secara bahasa ‘am
artinya umum, merata, dan menyeluruh. Secara istilah ‘am, sebagaimana
dikemukakan oleh Abdul Hamid ialah:
العَامُ هُوَالَّلفْظُ الْمُسْتَغْرِقُ
لِجَمِيْعِ مَا يَصْلُحُ لَهُ بِحَسْبِ وَضْعٍ وَاحدٍ دَفْعَةً
Artinya; “ ‘Am
adalah lafadz yang menunjukkan pengertian umum yang mencangkup satuan-satuan (afrad)
yang ada dalam lafadz itu tanpa pembatasan jumlah tertentu.”
Contohnya kataالإنسان
artinya manusia
(mencangkup segala jenis manusia).
KHAS
Secara bahasa khas
artinya tertentu.
Secara istilah
ushul fiqh adalah lafadz yang menunjukkan arti satu yang telah tertentu.
u Cabang ilmu umum
§ Astronomi
Ilmu falak atau astronomi adalah
ilmu yang mempelajari mengenai perubahan waktu, hari, bulan dan tahun yang
berpaku pada peredaran tata surya terutama bulan, memiliki peranan dan fungsi,
seperti matahari yang sangat vital dalam Islam yang dijadikan sebagai dasar dan
acuan menentukan waktu pelaksanaan sejumlah ibadah penting diantaranya perintah
shalat, puasa dan haji
Perkembangan Astronomi pada masa Nabi dan Sahabat
Kajian tentang astronomi Islam
mencapai masa kejayaan dan keemasan di masa Khalifah Harun al-Rasyid dan
anaknya Al- Ma’mun. Pada masa pemerintahan Al-Rasyid dan Al-Ma’mun, Islam
mencapai puncak prestasi dalam bidang peradaban.
Tahun 813-833 M, Khalifah
Al-Ma’mun memerintahkan penerjemahan berbagai buku tentang astronomi yang
berbahasa Persia, India, dan Yunani ke dalam bahasa Arab. Di masa Al- Ma’mun
muncul para ahli astronomi yang terkenal, seperti Habasyi Al-Hasib, Al-Marwazi
dan Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak Al-Kindi
Di Abad Pertengahan pengembangan
ilmu falak/astronomi bukan hanya berkembang di Asia Barat, Eropa Selatan, dan
Afrika Utara yang berada dalam wilayah kekuasaan Muslim, tetapi juga di Asia
Tengah dan Asia Timur. Astronomastronom yang terkenal di wilayah ini adalah
Al-Kharaki, Al-Qazwini, dan Zakaria bin Muhammad bin Mahmud Abu Yahya
(1200-1282)
Zaman kegemilangan astronomi
berakhir dalam kurun abad ke-12. Buku-buku hasil karya ilmuwan muslim sedikit
demi sedikit telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, terutamanya di Toledo,
Spanyol. Hasil terjemahan tersebut kemudian disebarluaskan di seluruh kawasan
benua Eropa. Melalui terjemahan tersebutlah tokoh-tokoh intelektual Eropa, di
penghujung zaman pertengahan, mengkaji semula teori Ptolemeus dan mempelajari
perkembangan astronomi hasil sumbangan dunia Islam.
§
Kedokteran
Ilmu kedokteran adalah ilmu yang mempelajari tentang
penyakit dan cara-cara penyembuhannya
Bukti bahwa Islam mengajarkan ilmu kedokteran
Dari
beberapa penelitian modern, diketahui bahwa madu memiliki nilai gizi yang baik
untuk kesehatan. Khasiat madu sangat berkaitan dengan kandungan gulanya yang
tinggi, yakni fruktosa, glukosa,dan sukrosa. Sementara kandungan asam aminonya
cukup beragam, baik asam amino essensial maupun non essensial, dan unsur
kandungan lainnya, seperti enzim pencernaan, vitamin yang terdapat dalam madu
yang beragam yakni vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Di samping itu,
mineral yang terdapat dalam madu juga merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia
karena proporsi dan jumlah mineral madu mendekati kadar mineral yang dalam
darah manusia. Diketahui pula, madu mengandung zat antibiotik dan dapat
digunakan sebagai desinfektan ringan.
Ulasan tersebut ternyata
sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl: 69. Dalam ayat tersebut
dijelaskan bahwa madu adalah minuman yang mengandung berbacam-macam obat.
Padahal sebagaimana diketahui Al-Qur’an lebih dahulu ada dari pada hasil
penelitian seperti yang telah diulas di atas.
Dalam dunia kedokteran dikenal tokoh-tokoh besar seperti
Avicena (Ibnu Sina), Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu-Rushd, Ibn-Al-Nafis, dan
Ibn-Maimon. Mereka adalah sebagian dari dokter-dokter muslim yang berhasil
membawa kedokteran Islam lebih dikenal dunia. Karya Ibnu Sina yang berjudul
Qanun Fi Al-Tibb atau Canon of Medicine menjadi ensiklopedia kesehatan dan
kedokteran yang berisi satu juta kata. Sampai saat ini, kitab itu masih
tersimpan di Oxford University Eropa. Al- Kulliyat fi Al-Tibb’ (Colliyet)—karya
Ibnu Rushd—merupakan rangkuman ilmu kedokteran. Sementara buku lainnyaa,
‘Al-Taisir’, mengupas praktik-praktik kedokteran.
Adakah kita tahu orang pertama yang menggambarkan anatomi
mata dengan sangat sangat mendetail? Ibnu Alkhaisan, salah seorang ilmuan
muslim dengan penelitiannya yang diakui dalam bidang lensa, menemukan kamera,
dan menggambarkan secara mendetail anatomi mata.
Selain itu, pada tahun 1154 M, dinyatakan bahwa dokter muslim telah mengajarkan
anatomi tubuh, sistema transportasi dalam tubuh manusia, ilmu bedah, jauh
sebelum dokter Eropa menemukannya. Sementara pada tahun 427 H, Azzohrowi
menemukan peralatan bedah manusia. Dan sejak abad ke 15, warisan ilmu
pengetahuan Islam menjadi referensi-referensi penting bagi perkembangan ilmu
pengetahuan di Eropa.
Sejarah Kedokteran Islam
Pada abad 9 M, Hunayn bin Ishaq menerjemahkan sebagian besar
karya kedokteran Yunani, Persia dan India ke bahasa Arab dan mengembangkannya
lebih lanjut di hampir semua bidang kedokteran seperti anestesi, anatomi,
immunologi, psikologi, bedah, opthalmologi, perinatologi, farmakologi, dll
Ishaq bin Ali Rahawi menulis kitab Adab al Tabib, yang
ditujukan untuk kode etik kedokteran. Al Kindi menunjukkan aplikasi matematika
untuk kuantifikasi di bidang kedokteran, misalnya untuk mengukur derajat
penyakit (sejenis termometer), mengukur kekuatan obat hingga dapat menafsirkan
saat kritis pasien. Pada Abad 10, Ar Razi memulai eksperimen terkontrol dan
observasi klinis, serta menolak beberapa metode Galen dan Aristoteles. Ar Razi
meletakkan dasar-dasar mengenai penyakit dari analisis urin. Sedangkan
Ibnu Sina sudah dianggap bapak kedokteran modern. Salah satu karyanya yang
terkenal dan juga mampu merangkum segala kemajuan ilmu kedokteran pada saat itu
adalah Qonun fit Thib (The Canon of Medicine).
Abu Al-Qosim Al-Zahwari dianggap sebagai bapak ilmu bedah
modern. Ibnu An-Nafis adalah bapak fisiologi peredaran darah yang merupakan
perintis bedah manusia. Pada tahun 1242, beliau telah mampu menjelaskan secara
detail sirkulasi peredaran darah jantung-paru-paru. Sementara Barat menemukan
hal yang serupa pada tahun 1628
§
Matematika
Al-Quran menjelaskan tentang pengembangan konsep-konsep
matematika
Al-Quran membahas tentang penjumlahan
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan
ditambah sembilan tahun (lagi). (Q.S. Al-Kahfi : 25)
Ayat di atas membahas tentang lamanya waktu pemuda Al-Kahfi
yang tinggal di dalam gua, yaitu 300 ditambah 9 tahun, alias 309 tahun.
Al-Quran membahas tentang pengurangan
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya,
maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka
mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (Q.S.
Al-‘Ankabuut : 14)
Ayat di atas menjelaskan tentang lamanya Nabi Nuh
‘alaihissalam tinggal bersama kaumnya, yaitu 1000 tahun dikurang 50 tahun,
alias 950 tahun lamanya.
Al-Quran membahas tentang kali lipat
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka
deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas
kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika
kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan)
hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Q.S.
An-Nuur : 2)
Ayat di atas menjelaskan tentang hukuman orang yang
melakukan perzinaan, baik itu laki-laki maupun perempuan dikenakan sanksi 100
kali dera. Kita mengetahui 100 kali dera merupakan kali lipat yang sering
sekali dibahas di dalam Matematika.
Al-Quran membahas tentang bilangan genap dan bilangan
ganjil
dan yang genap dan yang ganjil, pada Q.S. Al-Fajr : 3
Bilangan genap seperti 1000 bulan yang disebut pada Q.S.
Al-Qadr : 3
Artinya : “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu
bulan”
Sedangkan bilangan yang ganjil seperti 3 hari yang disebut
pada Q.S. Huud : 65
Artinya : Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh:
“Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang
tidak dapat didustakan.”
Al-Quran membahas tentang bilangan pecahan
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang
ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika
isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta
yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah
dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan
jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri
memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat
yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati,
baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak
meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau
seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua
jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih
dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi
wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi
mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai)
syari’at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Penyantun. (Q.S. An-Nisaa’ : 12)
Ayat di atas membahas tentang pembagian harta warisan, di
ayat tersebut ada menyebut “seperdua”, “sepertiga”, “seperempat”, “seperenam”.
Yang mana di dalam Matematika ini sering sekali digunakan.
Tokoh islam yang
memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan matematika
u Al
Khwarizmi
Bapak aljabar modern. Nama aslinya adalah Muhammad Ibn Musa
Al Khwarizmi. Ia berasal dari Khwarizm (Khiva). Buku tulisan karya Al Khwarizmi
bernama Hisab Al Jabir Wal Mukabalah (yang berarti pengutuhan kembali dan
perbandingan atau yang kerennya dalam istilah sekarang Kalkulasi integral &
persamaan).
u Abu
Wafa al Bawzajani (w. 998 M)
Dikenal sebagai ahli astronomi dan pengembang trigonometri
(ilmu ukur sudut), dan orang yang pertama yang mengajukan beberapa rumus
penting dalam trigonometri. Salah satu rumus yang didedikasikan kepadanya
adalah Cos C= Cos a.cos b.
u Abu
Kamil Syuja (abad 10 M)
Melalui Leonard dari Pisa dan pengikut-pengikutnya, ia telah
memberi pengaruh besar terhadap perkembangan aljabar dan geometri di Eropa.
u Al
Khuyandi ( w. 390 H/ 1000 M)
Dikenal sebagai ahli kontruksi asturlab. Teori matematika Al
Khuyandi mengilhami teori Fermat (Fermat’s last theorm) yang dilontarkan Piere
de Fermat pakar matematika asal perancis 600 tahun kemudian (w. 1665 M), suatu
teori yang berupa teka-teki matematika yang pernah dilombakan dengan hadiah
ratusan juta bagi yang sanggup membuktikannya.
Kesimpulan :
Ilmu kebahasaan (
lughawiyah ) adalah ilmu yang mendalami kajian-kajian bahasa, dari segi fonnya,
kosa katanya, strukturnya, karakteristik fonnya, morfologinya, sintaksisnya,
semantiknya dan perubahan-perubahan lain, dan sesuatu yang timbul dari lahja,
problem-problem yang muncul disekitar bahasa dan lain sebagainya. dan Ilmu Agama
(diniyah) Adalah ilmu seputar dasar-dasar keimanan, Rukun Iman, Rukun Islam,
tata-cara ibadah, hukum halal-haram, akhlak, ilmu Al Qur’an, ilmu Hadits, serta
kaidah-kaidah ilmiah. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Umum adalah Ilmu pengetahuan
umum yang mempelajari sains, sosial, atau bisa saja ilmu alam. Seluruh umat
manusia wajib mengamalkan ilmu ini untuk bekal di dunia maupun di akhirat kelak
Komentar
Posting Komentar