Jihad dalam Islam
A. Pengertian Jihad
Secara bahasa (etimologi) Jihad
berasal dari bahasa Arab, yang merupakan masdar dari kata jahada –
yujahidu – jihadan asal kata dari yajhadu – jahdan-juhdan yang
berarti tenaga, usaha, dan berjuang. menurut istilah (terminologi), Jihad
berarti bersungguh-sungguh mencurahkan segenap pikiran, kekuatan, dan kemampuan
untuk mencapai tujuan. Jihad juga dapat diartikan sebagai melawan kecenderungan
jahat dalam diri sendiri, ataupun memperjuangkan kebaikan, memahami dan
mengamalkan pesan dalam Al-Quran, dan lain sebagainya adalah termasuk Jihad.
B. Pandangan Jihad
Dalam Al-Qur’an
Jihad yang dilakukan Oleh Nabi dan
para sahabatnya saat di Madinah dilakukan dalam rangka untuk membela diri atau
khususnya pemeluk Islam dari agresi dan kekerasan yang dilakukan kaum kafir
Quraisy di Makah pada saat itu, sehingga dirasa sangat perlu untuk menyudahi
penyiksaan terhadap kaum muslimin tersebut.
Dalam banyak ayat, di dalam
Al-Quran sendiri menerangkan bahwa perang bukanlah solusi dan bukan ajaran dari
Islam. Bahkan dalam Al-Quran melarang kaum muslimin untuk memerangi orang-orang
yang tidak melakukan suatu penyerangan atau pengusiran terlebih dahulu. Di
dalam Al-Quran, ternyata selain menggunakan kata Jihad juga menggunakan kata
Qital yang menunjukkan sekaligus membedakan arti yang lebih spesifik antara
Jihad Perang dengan Jihad yang lain.
Qital sendiri berasal dari kata qatala
yang berarti memerangi atau membunuh. Makna dari Qital ini ialah mengacu pada
berjuang dengan mengangkat senjata untuk memerangi musuh yang mencam kaum
muslimin. Qital juga termasuk dalam bagian dari Jihad, sehingga dalam
penggunaanya sering disebut dengan Jihad Qital untuk menunjukkan
perjuangan dengan mengangkat senjata atau perang.
Penyebutan Jihad di dalam Al-Quran
Dalam pengunaan kata Jihad itu
sendiri mempunyai bentuk yang variatif. Dimana terkadang kata Jihad berupa Fi’il
Madhi, Mudhari’, atau Masdar dan juga biasanya berbentuk Mufrad,
Tathniyah dan Jama’ dengan rincian sebagai berikut,
1. Al-Furqon (25): 52 disebutkan 2 kali
2. Fatir (35): 42
3. Al-An’am (60): 109
4. Luqman (31): 15
5. Al-Nahl (16): 38
6. Al-Nahl (16): 38
7. Al-Ankabut (29): 6 disebut 2 kali
8. Al-Ankabut (29): 8
9. Al-Ankabut (29): 69
10. Al-Hajj (22) : 78 disebutkan 2 kali
11. Al-Baqarah (2): 218
12. Al-Anfal (8): 72
13. Al-Anfal (8): 74
14. Al-Anfal (8): 75
15. Ali Imran (3): 142
16. Al-Mumtahanah (60): 1
17. An-Nisa (4): 95 disebutkan 3 kali
18. Muhammad (47): 37
19. Al-Nur (24): 53
20. Al-Hujurat (49): 15
21. Al-Tahrim (66): 9
22. As-Shaf (61): 11
23. Al-Maidah (5): 35
24. Al-Maidah (5): 53
25. Al-Maidah (5): 54
26. Al-Taubah (9) disebutkan 11 kali pada ayat 16, 19, 20,
24, 41, 44, 72, 73, 79, 81, dan terakhir ayat 86.
Macam-macam Jihad Secara Umum
1. Jihad Melawan Setan dan Hawa Nafsu
Seperti yang sudah kita ketahui,
sumber dari segala kejahatan dan keburukan adalah setan, yang sering
menggunakan hawa nafsu untuk menyesatkan manusia. Bisa dikatakan Jihad melawan
Hawa nafsu merupakan jihad terhadap diri sendiri, karena Jihad ini
diperuntukkan untuk melawan segala keburukan diri kita untuk menjadi lebih baik
lagi. Hawa nafsu sendiri memiliki kecenderungan terhadap keburukan, sehingga
kita harus selalu berjuang untuk mengendalikan hawa nafsu baik hawa nafsu
terhadap lawan jenis maupun hawa nafsu dunia yang akan membuat kita terlena
jika terus mengejar keduanya. Jihad melawan setan dan juga hawa nafsu dapat
dilakukan dengan cara seperti:
a. Bersabar juga menahaan godaan
dalam berbagai cobaan.
b. Mempelajari pesan-pesan yang
dikandung di dalam Al-Quran.
c. Mengamalkan apa yang telah
diketahui dan dipelajari.
d. Mengajak orang lain untuk
selalu menghindari hal yang yang buruk.
2. Jihad Melawan Orang Munafik dan Orang Kafir
Berjuang melawan orang munafik dan juga orang
kafir perlu dilakukan dengan upaya melalui berbagai pendekatan-pendekatan,
seperti dengan melalui pendekatan hati, pendekatan lisan, pendekatan harta
ataupun dengan pendekatan jiwa. Sehingga berjuang melawan orang munafik
tidaklah dilakukan dengan kekerasan namun dapat dilakukan dengan kelembutan.
Berjuang melawan orang munafik sendiri telah diperintahkan Allah SWT dalam
Al-Quran yakni terdapat pada QS. At-Tahrim ayat 9 yang berarti: …Hai Nabi,
perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik…
3. Jihad Melawan Musuh yang Menyerang
Jihad melawan musuh yang menyerang
atau bisa dikatakan ketika dalam upaya memperjuangkan keberadaan umat Islam
dikarenakan ancaman dari musuh merupakan suatu kewajiban dalam hal untuk
membela agama Allah SWT. Agar tegaknya agama Islam dapat tercapai dan juga menunjukkan
bahwa agama Allah SWT bukanlah agama yang lemah. Jihad dalam hal ini pernah
dilakukan oleh Nabi dan juga para sahabat maupun generasi penerus sesudahnya
yang ketika itu membela agama Allah SWT dari kekejaman Orang-orang Kafir
Quraisy.
C. Cara Memahami Jihad
Berikut merupakan Cara Memahami Jihad
1. Makna Jihad dalam konteks kekinian
Inspirasi dari hadits rasulullah
tentang jihad besar yakni jihad melawan hawa nafsusendiri,ini menjadi pondasi
sisi kemuliyaan seseorang jika sadar dan mampu melawan pengaruh negatif dalam
diri untuk menuju pada kecerdasan individual setiap individu maka secara
otomatis dapat mempengaruhi pola perkembangan kehidupan manusian modern.
2. Jihad Rohani
Dalam pengertian perjuangan moral
dan spiritual,jihad tanpa kekerasan dan bersenjata telah dengan sangat jelas
dikemukakan dalam banyak ayat alqur’an.perjuangan moral dan spiritual adalah
perjuangan menegakkan keadilan,kebenaran dan kesalehan.semua tema ini terangkum
dalam istilah yang sangat populer dan menjadi inti keseluruhan perjuangan dalam
kehidupan orang orang beriman.
Jihad membangun kebersamaan dan
tanpa diskriminasi,menegakkan keadilan dan menghapuskan segala bentuk
kezaliman,serta mewujudkan kesalehan budaya dan membatasi keserakahan
nafsu,harus menjadi cara cara kehidupan manusia ke depan.inilah makna jihad
akbar sekaligus sebuah bentuk kerahmatan semesta yang menjadi cita cita islam.
3. Jihad memerangi kebodohan dan kemiskinan
Berikut ini dikutip dari puisi taufil
ismail,berjihad melawan hedonistik,jihad melawan rasa malu,jihad melawan
pencuri pajak,jihad melawan pencuri bank centruty,jihad melawan para koruptor
yang selalu berpikir kotor,jihad melawan pemerintah yang menghardik rakyatnya
dan semua orang yang telah membuat kemiskinan dan kebodohan struktural khususnya
di indonesia wajib diperangi sesuai tingkat kemampuan masing-masing.pemerintah
harus ada militansi jihad untuk mempertahankan dari gangguan dan ancaman yang
datang dari luar maupun dari dalam demi mrnjaga kemaslahatan umat dan
penyerahan diri semata kepada allah.
Kesimpulan :
Jihad adalah bersungguh-sungguh mencurahkan segenap pikiran,usaha,tenaga,
kekuatan, dan kemampuan untuk berjuang hingga tercapainya tujuan. Dengan kata
lain Jihad juga dapat diartikan sebagai melawan kecenderungan jahat dalam diri
sendiri, ataupun memperjuangkan kebaikan yang sesuai syariat islam dan
memperjuangkan hal tersebut dijalan Allah SWT.
Bagus, semoga dapat selalu istiqomah dalam berkarya, ditunggu karya-karya selanjutnya.
BalasHapus