Pemeliharaan Al-Qur'an

I.            Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Nabi

 

A.    Melalui Hafalan

·         Al-Qur’an berisi aturan hidup yang harus dijalankan

·         Al-Qur’an tanda keagungan allah yang memiliki I’jaz salah satunya segi balaghoh-nya

·         Kedudukan terhormat para huffadz

 

B.     Melalui Tulisan

1.       ‘Usub (pelepah kurma yang sudah dipisah dari batangnya)

2.       Al-Likhaf (lempengan-lempengan batu halus)

3.       Al-Riqa’ (daun-daun atau kulit pohon tertentu)

4.       Al-Aqtab (papan yang digunakan pada punggung onta sebagai penyangga)

5.       Qitha’ Al-Adim (potongan-potongan kulit unta atau kulit kambing)

 

C.     Juru tulis Al-Qur’an

1. Abu Bakar al-Shiddiq

2. Utsman bin affan

3. Ali bin abi thalib

4. Zaid bin Tsabit

5. Ubay bin ka’ab

6. Mu’adz bin jabal

7. Muawiyah bin abi sufyan

 

D.    Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq

 

1. Selepas perang riddah

- Para sahabat (penghafal Al-Qur’an) syahid

- Meminta Zaid bin Tsabit mengumpulkan Al-Qur’an

- Setiap helai ayat Al-Qur’an dikumpulkan dan diikat dengan benang mengikuti usunan

- Lembaran disimpan di rumah umar al-khattab

- Kemudian dipindahkan ke rumah hafsah

E.     Pemeliharaan di Umar bin Khattab

- memprakarsai pembukuan Al-Qur’an

- Mengurai prinsip dan kandungan al-qur’an

- menggalakkan kegiatan ilmu

- Umat islam diminta menghafalkan surah-surah

- Menghantar guru-guru mengajar al-qur’an dimasjid

 

F.      Proses penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan Ustman bin Affan

 

1.  Tidak boleh menulis kecuali setelah benar-benar diteliti

2.   Dipastikan bahwa yang akan ditulis adalah benar benar ayat al-qur’an

3.   Ayat yang akan ditulis dipastikan bukan ayat yang dihapus (manshukh)

4. Tidak menulis sesuatu kecuali jika para sahabat mengakui kebenaran ayat al-qur’an yang hendak ditulis dan masih banyak lagi

5. Jika ada perbedaan pendapat, maka hendaknya ditulis dengan dialek  orang Quraisy.

6. Ayat yang akan ditulis benar-benar dihafal para sahabat secara mutawatir.

7. Ayat Al-Qur’an yang hanya dibaca dengan satu macam qira’at (bacaan) harus ditulis dengan rasm yang hanya menunjuk pada satu macam bacaan

8. Ayat Al-Qur’an yang boleh dibaca dengan beberapa bacaan, maka rasm yang dipakai adalah yang dapat mewakili semua bacaan (qira’at)

9. Jika ada ayat yang boleh dibaca beberapa macam bacaan namun tidak ada rasm yang dapat mewakili semua, maka ditulis dengan ragam bacaan yang memiliki

 

G.    Usaha lanjutan penempurnaan mushaf “ustmani”

 

1.  Pemberian titik diatas sebagai tanda baca “kasroh” oleh abu al-aswad ad-du’ali

2.  Penyempurnaan usaha sebelumnya dengan membuat klik pada semua hund al-qur’an yang dianggap penting untuk diberi harakat oleh nashr bun ashim

3. Khalik bin ahmad mengganti tanda baca fathah dengan alif kecil, kasrah dengan ya’ kecil dan dommah kecil

4.  Pemberian nomor ayat, tanda waqat, batas pangkat surat dan akhir surat, jenis surat makkiyah/madaniyah dll sehingga jadilah mushhaf seperti yg ada sekarang ini

 

H.    Terpeliharanya orisinialital al-qur’an

- setiap ayat turun selalu ditulis

- kegiatan tulis menulis telah ada di kalangan bangsa arab

- di batalkan oleh rasulullah dan para sahabat

- bacaan mulia umat islam

 

I.        Faedah dan tujuan pembukaan al-qur’an

- Menyatakan dan menyeragaman tulisan dan ejaan serta bacaan al qur’an bagi seluruh umat islam

- Agar umat islam berpegang pada mushhaf yang disusun secara sempurna

- Mempersatukan urutan susunan surat-surat dalam al-qur’an sesuai dengan petunjuk rasulullah SAW

II.            Pewahyuan Al-Qur'an

Wahyu adalah petunjuk yang disampaikan secara sembunyi - sembunyi, Dengan kata lain Wahyu merupakan hubungan ghaib yang bersembunyi antara Allah SWT dan para utusanya.

Bentuk -bentuk Wahyu :

1. Menambatkan makna isi Al-Qur'an dalam hati Rasulullah SAW.

2. Menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW dari balik hijab /tabir

3. Perantara Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu

A.    Proses Turunya Al-Qur'an

- Diturunkan secara global , Turunya ilmu-ilmu Allah SWT,  termasuk Al-Qur'an dan rahasia-rahasia besar yang terkandung di dalamnya ke dalam hati Rasulullah SAW.

- Diturunkan secara bertahap, Turunya lafadz-lafadz Al-Qur'an tertentu dsn beberapa ayat secara berkelanjutan, yang semuanya itu terkadang dibarengi dengan kejadian-kejadian yang terjadi pada masa itu dan kejadian pasca kenabian sesuai dengan perkembangan zaman.

B.     Hikmah diturunkanya Al-Qur'an secara Bertahap 

1.      Mengiringi perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun.

2.      Memberikan semangat batiniah bagi kontinuitas proses dakwah Nabi Muhammad SAW.

3.      Al-Qur'an membantu Nabi Muhammad SAW untuk menghadapi keraguan, tuduhan-tuduhan serta berbagai cobaan dari kaum musyrik.

C.     Tujuan diturunkanya Al-Qur'an 

1.       Sebagai peringatan

 وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا ٱضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُعْتَدِينَ

     Artinya : Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. (QS.An-am[6] :119)


2.       Sebagai contoh ,Ibroh dan pelajaranya .

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya). (QS. Al-Isra[17] :89)


3.       Sebagai hujjah , petunjuk dan mukjizat

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا

      Artinya : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). (QS.An-Nisa [4] :174)


Kesimpulan menurut saya pribadi yaitu segala hal telah dilakukan para sahabat nabi untuk menjaga ayat suci Al-Qur’an dan Al-Qur'an telah menempuh berbagai metode untuk terjaga keorisinilannya hingga saat ini.

 

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Fenomenologi Sebagai Pendekatan Studi Keislaman

Pendekatan Mistis dan Sufistik dalam Pendekatan Studi Islam